Langsung ke konten utama

Be Creative at Bogor Kreatif!



Hey bloggers! Pernah nggak sih kepikiran buat milih souvenir acara pernikahan atau acara lainnya dengan menggunakan barang yang berasal dari bahan daur ulang????

Nah, kalau belum kepikiran atau bahkan belum tahu ternyata ada souvenir acara yang berasal dari bahan daur ulang, saya punya referensinya nih! Simak yaaaaa ;)

Bogor (15/3) Jumat kemarin, saya dan beberapa rekan seperjuangan sebagai mahasiswa yaitu Sulistiya Permatasari, Febby Putri dan Irma Rizki Nauli mengunjungi sebuah rumah usaha kreatif yang berada di daerah Jalan Taman Pelajar No.4 Cimanggu, Bogor. Usaha kreatif ini bernama “BOGOR KREATIF”.

Bogor Kreatif ini merupakan sebuah art galeri yang dipelopori oleh seseorang yang bernama Bapak Nurdin (Bimbim). Tahun 2000 lalu, beliau yang notabene-nya adalah warga Bandung memutuskan untuk pergi ke Bogor. Sesampainya di Bogor, Pak Bimbim melihat begitu banyaknya limbah seperti limbah kantor yang sebenarnya bisa didaur ulang dan akan menjadi barang yang lebih berguna. Berawal dari coba-coba, dengan modal Rp.20.000,- Pak Bimbim membuat sebuah tempat pensil buatan tangannya sendiri yang dibuat dari limbah tersebut yang ternyata disukai oleh rekan-rekannya.

Singkat cerita, pada tahun 2003 berdirilah sebuah art galeri yang bernama Bogor Kreatif dimana di dalamnya dijual barang-barang handmade yang 99%  bahan bakunya berasal dari limbah kantor dan pelepah pisang.

Menurut Mas Imam (Inyuk) sebagai karyawan tetap Bogor Kreatif yang kami wawancarai, Bogor Kreatif adalah galeri pertama yang menjual barang-barang daur ulang yang berada di Bogor dan telah berpartisipasi dalam banyak pameran nasional bahkan internasional. Barang-barang yang dijual tersebut diantaranya: souvenir, undangan, hiasan dinding/pajangan, kotak kado dan ATK dengan kisaran harga yang beragam dimulai dari Rp.2500,- perbuah. Selain itu, Bogor Kreatif juga terbuka kepada masyarakat yang ingin belajar membuat barang daur ulang ini dengan mengadakan workshop/pelatihan di art galerinya.

Untuk info lebih resmi, ini dia blognya : Bogor Kreatif

Dan dibawah ini ada beberapa foto-foto yang kami ambil saat berkunjung ke Bogor Kreatif ;)





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Pengakuan Kinan

Aku berjalan cepat mengejar bis yang setiap harinya menuntutku untuk lebih gesit dari hari kemarin. Kaki-kaki kecilku melompati genangan demi genangan air sisa hujan semalam. Aku, dengan setelan serba gelap, seragam yang dibalut cardigan hitam, rok abu-abu, black flat shoes , dan tas hitam yang menggantung di pundak tangan kananku. Kaki-kaki kecilku semakin lambat berlari. Deru nafasku semakin jelas terdengar, naik-turun, tak terkendali. Rasanya lelah setiap pagi harus mengejar bis yang sama agar aku bisa sampai di sekolahku yang sangat-sangat jauh itu dengan biaya yang sangat-sangat murah. Jari-jariku melepaskan tiga lembar uang ribuan ke tangan kenek bis yang terus-menerus menggerakkan lengannya naik-turun hingga timbul dentingan-dentingan dari koin yang saling beradu. Aku mendapat kursi di belakang sopir bis. Beruntung, pagi ini aku tidak berdiri dengan tangan kanan terangkat, walaupun, teman sebangku-ku ini juga tidak bisa dikatakan beruntung, bapak setengah ...

Langga :)

Ini adalah sepenggal kisah tentang cinta. Cinta yang terluka dan sempat menyisakan sesal di dada. Anak laki-laki itu bernama Langga. Belakangan aku tahu dia anak SMA swasta untuk kalangan menengah ke bawah yang ada di kawasan sekolahku. Aku tahu namanya Langga, karena nama itu terpampang jelas di bagian kiri seragamnya ketika dia lupa memakai jaket kesayangannya. Jaket biru tua yang hampir lusuh dan hampir setiap hari dia pakai. Kini aku sudah kelas 3. Sudah masa-masanya mendekati Ujian Nasional yang katanya momok menakutkan bagi mayoritas siswa kelas 3. Dan karena momok itulah, tenagaku terkuras habis setiap harinya. Aku mengikuti bimbel di lebih dari satu tempat. Pertama, bimbel di sekolahku sendiri dari siang sampai sore, dan kedua bimbel di kawasan Padjajaran pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu dari pukul tujuh sampai sembilan malam. Sungguh melelahkan tubuh dan pikiran, bukan? Phew. Tapi karena bimbel inilah, aku punya sesal dalam dada. Malam itu aku baru sa...

Namaku, Rindu...

Namaku Rindu, Ketika kita tidak saling bertemu Ketika panca indra tak mampu merasakan kehadiran kamu Ketika raga tak bisa lagi merasakan sentuhanmu Dan ketika detak jantung sudah tak berirama jika mengucap namamu Panggil aku rindu, Perasaan sesak di dada yang tak mampu menuruti keinginan jiwa Perasaan sakit saat aku tahu bahwa kamu tak ada lagi di sekeliling raga Aku rindu dan aku tersiksa Sebut aku rindu, Saat air mata menjadi bukti nyata adanya rasa pilu Saat hanya air mata yang mampu ikut merasakan rasa itu Saat air mata, adalah satu-satunya ekspresi jiwa yang bisa diluapkan seketika itu Ketika rindu itu merajalela Aku rindu dan aku sengsara Kenapa kamu harus pergi begitu jauh? Kenapa harus ada jarak untuk perasaan kita? Dan kenapa aku tak mampu untuk menerima jawaban yang ada... Kamu... aku rindu kamu.. Aku tak ingin menyalahkan keadaan, tapi keadaan memaksaku untuk mengumpatnya. Aku benci rasa rindu.. Sesak, kosong, dan merana.. Aku...