Langsung ke konten utama

Postingan

Kupu - kupu Alila...

Hati ini berdebar. Berbunga. Bergejolak. Hati ini dipenuhi warna merah muda. Digelitiki ratusan ekor kupu-kupu. Lagi-lagi, hati ini berbunga. Hati ini jatuh cinta. Udara dingin menulusup tajam ke tulang rusukku. Pukul 10 malam. Aku masih terjaga, dibalut piyama hitam-putih kegemaranku, memandang ratusan juta bintang yang tertatap oleh sepasang mata bulatku dari gazebo belakang rumah. Namaku, Alila. Dan aku pecinta bintang. Bintang itu genit, selalu kedapatan sedang memandangku ketika aku mendongak. Udara yang sama menelusup tulang rusuk pecinta bintang yang lain. Dia masih terjaga. Memandang bintang bukan hanya sebagai benda langit tak bernyawa. Di matanya, bintang adalah anugerah semesta. Cara semesta memberitahu kita, bahwa dunia tak hanya tentang kita. Ada mereka, bintang-bintang yang seakan berbisik. Baginya, bintang adalah cara, menyampaikan isi hatinya pada orang terkasihnya. Namanya, Angga. Dan dia pecinta bintang. Bintang itu pemalu , katanya. *...

Masih aku dan kamu. titik.

Ini masih tentang aku dan kamu. Selamat pagi wahai kamu sang penyuka gerhana. Pagi ini, aku masih mematung disini sembari memuja cahaya. Padahal kamu sudah berlari menembus bukit setelah gerhana. Aku si pengagum cahaya. Kamu si penyuka gerhana. Aku berlari dalam keramaian. Mencari seberkas cahaya dalam waktu yang lama. Kamu berjalan dalam ketenangan. Merasakan hembusan udara dalam jiwa sukacita. Aku bahagia jika malam tiba. ketika bintang di dunia mulai bercahaya. karena jika malam tiba, temaram lampu jalan mulai bisa aku rasa. Kamu bahagia jika malam tiba. ketika bintang di dunia mulai bercahaya. karena jika malam tiba, pertanda fajar perlahan akan berkuasa. Aku menyukai malam. Kamu menyukai siang dan malam. Setidaknya, kita masih punya kesamaan. Lalu aku sadar, aku menyukai malam.. karena aku jatuh cinta pada cahaya. ttd: Aku.

Aku dan kamu. Titik.

Ini hanya sepenggal cerita tentang aku dan kamu. Titik. Aku si pengagum cahaya dan kamu si penyuka gerhana. Kita hampir serupa tapi tak sama. Berdiri mematung di bawah lampu jalan dan menikmati temaramnya hampir semalaman. Itu aku. Sendiri mematung di atas bukit tertinggi dan menanti fenomena alam hampir semalaman. Itu kamu. Ramai tapi tenang. langka tapi hangat. Itu aku dan kamu. Titik.

Sebuah Cerita, Sebuah Realita (2)

Aku masih diam disini. Diantara rerumputan hijau menyegarkan mata. Memandang awan dengan pikiran yang berkelana. Namaku Larasita, dan aku tidak ada duanya. *** Besok adalah hari dimana aku dan Reksa tepat empat bulan menjalin hubungan yang penuh komitmen ini. Aku berniat pergi ke pusat perbelanjaan untuk membeli beberapa barang yang bisa aku gunakan untuk merayakan hari jadi kami. Sendirian. Aku mengaitkan sepasang headset yang sudah mendendangkan lagu-lagu klasik favoritku ke dalam lubang telingaku.   Salah satu kebiasaanku, adalah berjalan di sepanjang trotoar sembari mendengarkan lagu-lagu klasik atau lagu-lagu inspiratif yang bisa menggugah pikiran positifku. Hiruk pikuk jalanan di sampingku menjadi tak berarti, malah sering kujadikan hiburan karena melihat wajah-wajah kesal orang yang terjebak macet itu, lucu. Sepasang flatshoes cokelatku kini sudah berpijak diatas lantai marmer sebuah pusat perbelanjaan besar di kotaku. Salah satu pusat perbelanjaan para kau...

Sebuah Cerita, Sebuah Realita

Dunia ini berputar.. Kadang hitam kadang putih.. Kadang bahagia dan kadang sedih.. Aku termenung di sebuah padang rumput hijau nan luas. Sejauh mata memandang hanya ada rumput dan deretan awan yang biru merekah. Semilir angin membawaku pada banyak cerita yang sarat akan rasa. Sedih, merana, tapi juga bahagia. Terlalu banyak kisah yang berebut ingin kembali diingat oleh memoriku yang sudah menampung banyak masalah ini. Hingga akhirnya, mereka terpaksa mengantri. Berada di ruangan baru, suasana baru, dan ditengah orang-orang baru yang belum aku kenal. Aku merasa sendirian. Duduk di bangku paling belakang sembari mengutak-atik ponsel butut ku menjadi cara paling ampuh untuk membunuh peluang ‘mati gaya’ saat itu. Pukul setengah tujuh pagi, lama kelamaan ruangan ini mulai ramai dipenuhi sosok putih abu sama sepertiku. Perlahan mereka mulai berkubu, mencari teman yang sejenis dengan mereka atau mencari teman yang sudah mereka kenal sebelumnya. Dan aku? Aku masih duduk men...

HARLEM SHAKE - 5 senti :D

Yeeeeaaahaaa! hahaha agak bingung juga sih kenapa gue harus ketawa.. Well , jadi ceritanya beberapa minggu yang lalu, gue dan beberapa sahabat kuliah gue yaitu Sulistiya Permata Sari, Ranti Astria alias ijau, Siti Ratna Juwita alias victoria *ups, Hani Basyasyi alias Sasyi, terus ada Rizka NQ alias kokom, sama Febby Putri dan Wahyuni Anissa Rahma alias amoy yang iseng-iseng nggak ada kerjaan dan akhirnya bikin video Harlem Shake! secara, joget-joget tanpa aturan itu lagi nge-trend banget sekarang. hahaha. video ini dibuat di kosan sahabat gue yang kita kasih nama kosan 5 senti karena penghuni kosan ini ada 5 orang dan saling bersahabat :) Okay, sekali lagi gue tekankan ini cuma iseng-iseng belaka buat lucu-lucuan aja. sama sekali nggak ada niat buat jadi artis youtube loh hahaha btw, thanks to Rizki Nur Fauziah yang udah baik banget mau ngeditin video konyol kita *bighug* Allright , ini dia link videonya :D enjooooooy! HARLEM SHAKE - 5 Senti

Pop Lantern, Lampu unik, cantik, dan menarik!

Well, semester 4 ternyata benar-benar jadi semesternya jurnalistik. Everyday writing.... Fullday Interview... Fyuuuh! Tapi lumayanlah, karena saking banyaknya mata kuliah di semester 4 yang selalu ngasih tugas wawancara, entah itu wawancara wiraswasta, wawancara kuliner, dan produk unik serta kreatif lainnya. Gue jadi punya banyak referensi yang pasti berguna buat di- share ke blog gue ini nih. *secara... blog gue masih sepi banget kayanya untuk bisa bikin para blogger mau blogwalking disini* haha :p Naaah, sebagai bukti kalau omongan gue bukan hanya bullshit belaka kayak omongan si dia *eeaa, dia siapa nih? haha* gue perkenalkan kalian semua sama lentera unik yang satu ini! Here it is....  Lapak Pop Lantern di Bale Binarum Penasaran? Hahaha lampu-lampu unik nan cantik di foto itu bernama Pop Lantern. Hari Kamis kemarin, gue telah mewawancarai salah satu orang yang bertanggung jawab atas lentera unik itu di daerah Pajajaran, tepatnya di depan gedung serbaguna Bale Bi...