Langsung ke konten utama

Postingan

Lesson in Life from Alea's Story

“ Ada pepatah mengatakan jika kamu merasa kecewa pada seseorang, itu berarti kamu memberikan kepercayaan yang benar kepada orang yang salah. Jadi, bukan kepercayaanmu yang salah, hanya orang yang menerimanya kurang tepat. ” – katanya. “ Jika dasar hatimu memang baik sehingga kamu melakukan berbagai kebaikan kepada orang lain namun orang-orang itu tidak menghargai kebaikanmu dan justru menyakitimu. Percayalah, bukan kamu yang salah. Berbuat baik tidak pernah salah. Tetaplah menjadi orang baik dan tetaplah berbuat baik. Setidaknya, sampai orang-orang itu menyesal telah kehilangan orang baik sepertimu. ” – ucapnya. Saya masih berlinang air mata. Tidak mampu menahan butiran air asin ini keluar dari kelopak mata saya. Laki-laki di samping saya masih berusaha menghibur. Setidaknya, sampai saya berhenti menitikan air mata katanya. “Ayolah, lihat nih aku bisa sulap” katanya sembari menepuk bahu kanan saya. Saya mendongak ke arahnya. Dia mengeluarkan sebuah koin berwarna si...

N.A.D.A.

Malam itu, nada-nada chopin nocturne op.9 no.2 terdengar samar-samar mengalun dari ujung lorong. Ruang kesenian. Agak ngeri memang, tapi kakiku terus melangkah mendekati ruangan itu. Ruang kesenian sekolah, jam 8 malam. "Harusnya udah gak ada kegiatan, kan?" Gumamku. Gendang telingaku makin jelas menangkap nada-nada musik chopin noctrune op.9 no.2 tersebut. Langkah kakiku kemudian berhenti di depan pintu ruang kesenian. Dari sini, denting pianonya terdengar sangat jernih. Aku mematung. Menikmati. "Permainan piano ini.. konsisten, tapi ditengah tadi sempat terdengar temponya lebih cepat, kemudian melambat lagi perlahan." Gumamku lagi. "Apa pemainnya.. menangis?" Kemudian denting pianonya berhenti. Ah, sudah selesai. Sudah sampai bait terakhir ternyata. Aku mengerjap. Jangan-jangan sebentar lagi pemainnya akan keluar dari pintu? Aku menggeser posisiku berdiri. Menyiapkan hati untuk melihat pianis yang akan aku temui. Siapa? Pikirku. Siapa yan...

Balada Hati, Senja..

Angin berhembus kencang, hingga menerbangkan rok biru muda yang dipakai Senja. Angin itu tanda kereta api telah datang. Ya, Senja ada di stasiun. Berdiri. Diam. Menanti. Dia menyandarkan tubuhnya pada tiang penyangga peron yang menjulang. Memakai kemeja blouse warna salem dan rok biru muda berkibar bersama rambutnya yang sudah mulai lebih panjang. Di sela-sela telinganya terlihat kabel earphone putih tersambung ke Ipod di dalam tas mungil yang Ia cangklong. "Itsudemo sagashite iru yo dokka ni kimi no sugata o mukai no hoomu rojiura no mado.."  Bibirnya menggumamkan lagu yang sedang didengarnya. Sebuah lagu Jepang kesukaannya saat ini. Menceritakan kasih tak sampai milik tokoh utama dalam lagu tersebut. Laki-laki yang selalu mencari sosok wanita yang dicintainya di setiap peron yang berlawanan, bahkan di jendela rumah. Senja tersenyum kecut. "Cih. Laki-laki idaman banget nih." katanya. Lalu menghela nafas. Pengeras suara di stasiun meneriakkan bahwa kereta ...

Balada Hati, Senja...

Senja tak pernah bermimpi, hanya berharap. Menanti detik demi detik waktu berganti. Terus melukis mega menjadi jingga. Meski Senja tahu, bulan purnama ‘kan datang menyinari. *** Gemericik suara hujan masih terdengar di luar jendela. Seperti tahu ada yang sedang meratapinya dari dalam jendela. Senja tersenyum. Matanya menerawang keluar jendela. Melihat orang-orang berlarian menghindari hujan. Lalu terkekeh. “Kenapa mereka harus berlari menghindari hujan, kalau mereka bisa menari menikmatinya?” Bisiknya pada diri sendiri. Senja Adiraga. Gadis muda penuh talenta, dan cinta. Seluruh harinya hanya ada bahagia. Meski di satu masa pernah merasakan luka. Tapi, dia tetap ceria. Senja tak pernah menggerutu, kecuali melihat orang lain menggerutu di hadapannya. Senja tak pernah mengutuk, kecuali hatinya benar-benar merasa tertusuk. Cipratan demi cipratan sisa air hujan berterbangan di sekitar Senja. Sepatu boots biru lautnya terus menghantam genangan sisa air hujan hin...

Aku..

Selamat malam.. Aku baru saja ingin mengucap namamu, tapi kamu sudah muncul dahulu dalam khayalku. Hari ini sungguh lelah, tapi terasa indah kala memikirkanmu. Andai matahari tahu perasaanku, mungkin ia akan tersipu malu, hingga pagi pun akan terlambat bangun, dan tetes embun tetap lelap tertidur. Andai rembulan tahu perasaanku, mungkin ia akan berubah menjadi biru, hingga para bintang ikut tersedu. Andai... andai... andai... Andai dunia tahu perasaanku, mungkinkah ia akan berhenti berputar karenamu? Ttd : Aku

Kupu - kupu Alila...

Hati ini berdebar. Berbunga. Bergejolak. Hati ini dipenuhi warna merah muda. Digelitiki ratusan ekor kupu-kupu. Lagi-lagi, hati ini berbunga. Hati ini jatuh cinta. Udara dingin menulusup tajam ke tulang rusukku. Pukul 10 malam. Aku masih terjaga, dibalut piyama hitam-putih kegemaranku, memandang ratusan juta bintang yang tertatap oleh sepasang mata bulatku dari gazebo belakang rumah. Namaku, Alila. Dan aku pecinta bintang. Bintang itu genit, selalu kedapatan sedang memandangku ketika aku mendongak. Udara yang sama menelusup tulang rusuk pecinta bintang yang lain. Dia masih terjaga. Memandang bintang bukan hanya sebagai benda langit tak bernyawa. Di matanya, bintang adalah anugerah semesta. Cara semesta memberitahu kita, bahwa dunia tak hanya tentang kita. Ada mereka, bintang-bintang yang seakan berbisik. Baginya, bintang adalah cara, menyampaikan isi hatinya pada orang terkasihnya. Namanya, Angga. Dan dia pecinta bintang. Bintang itu pemalu , katanya. *...

Masih aku dan kamu. titik.

Ini masih tentang aku dan kamu. Selamat pagi wahai kamu sang penyuka gerhana. Pagi ini, aku masih mematung disini sembari memuja cahaya. Padahal kamu sudah berlari menembus bukit setelah gerhana. Aku si pengagum cahaya. Kamu si penyuka gerhana. Aku berlari dalam keramaian. Mencari seberkas cahaya dalam waktu yang lama. Kamu berjalan dalam ketenangan. Merasakan hembusan udara dalam jiwa sukacita. Aku bahagia jika malam tiba. ketika bintang di dunia mulai bercahaya. karena jika malam tiba, temaram lampu jalan mulai bisa aku rasa. Kamu bahagia jika malam tiba. ketika bintang di dunia mulai bercahaya. karena jika malam tiba, pertanda fajar perlahan akan berkuasa. Aku menyukai malam. Kamu menyukai siang dan malam. Setidaknya, kita masih punya kesamaan. Lalu aku sadar, aku menyukai malam.. karena aku jatuh cinta pada cahaya. ttd: Aku.